Bijaklah Memilih Tas Ransel Untuk Si Kecil

Karena lebih praktis dan fungsional, banyak orang tua yang lebih memilih tas ransel ketimbang tas selempang. Selain itu, tas ransel dianggap lebih ideal karena membantu mendistribusikan berat badan secara merata pada bahu Si Kecil.

Biasanya, tas ransel khusus untuk anak preschool ini digunakan untuk membawa bekal sekolah, dan perlengkapan sekolah lainnya. Tapi jangan asal memilih tas ransel. Agar tidak keliru, berikut merupakan panduan sederhana memilih tas ransel untuk Si Kecil.

Bijaklah Memilih Tas Ransel Untuk Si Kecil

Pastikan Ukuran Tas Sesuai Dengan Kebutuhan

Untuk mengurangi resiko cedera, Anda disarankan untuk memperhatikan ukuran tas ransel yang digunakan Si Kecil. Idealnya, ukuran tas ransel tidak lebih dari 75% ukuran punggung anak. Gunakan tas sekolah yang terbaik dan aman.

Dengan kata lain, secara kasat mata ukuran tas ransel ini hanya boleh seukuran pinggang sampai bahu. Selain itu, perhatikan juga ketebalannya. Jangan sampai tas ransel yang digunakan terlalu tebal. Ukuran ketebalan 7-10 cm sudah cukup ideal.

Menurut Kathryn, ukuran tas yang terlalu besar dan tebal tidak hanya menyulitkan Si Kecil untuk bergerak, tapi juga rentan menyebabkan cedera, seperti tas yang tertarik atau terkait pada objek tertentu yang menyebabkan Si Kecil terjatuh.

Beberapa sekolah biasanya sudah menerbitkan aturan tersendiri terkait penggunaan tas, bahkan ada yang memberikan tas sekolah standar bagi Si Kecil. Demi kenyamanan, keselamatan dan keseragaman, sebaiknya Anda ikuti aturan tersebut.


Periksa Bobotnya, Jangan Sampai Terlalu Berat

Selain memperhatikan ukuran tas, Anda pun harus memperhatikan bobot dari tas tersebut. Pasalnya, penelitian yang diterbitkan dalam menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal e-Clinic, menyebut jika penggunaan tas ransel yang terlalu berat bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Salah satu tanda tas sekolah terlalu berat adalah, Si Kecil harus membawa tas tersebut sambil membungkuk. Jika terus terjadi, kondisi ini berisiko menyebabkan cedera tulang punggung, dan menyebabkan postur tubuh Si Kecil tidak ideal.

Untuk berat ideal tas sekolah Si Kecil, para ahli menyarankan agar berat tas sekolah tidak lebih dari 15% total berat Si Kecil, dan paling ideal adalah 10% dari berat total Si Kecil.

Contohnya, jika berat Si Kecil 30 kg, maka berat tas sekolah paling ideal 3 kg, atau maksimal 4,5 kg. Tentu saja berat ini termasuk seluruh beban yang berada dalam tas ransel tersebut, dari bekal makanan dan minuman, serta perlengkapan lainnya.

Bagaimana jika tas sekolah lebih dari 15% total berat Si Kecil? Kurangi beban tas tersebut dengan memindahkan sebagian barang, seperti makan siangnya, di tas kecil yang bisa dibawa dengan tangan Si Kecil.


Pilih Tas Ransel Dengan Model Simple

Karena Si Kecil masih belum membutuhkan tas dengan banyak ruang, sebaiknya Anda memilih tas dengan bentuk yang simple dan tidak terlalu banyak ruang. Idealnya, cukup 2 ruang saja, bagian depan berupa kantong kecil untuk menyimpan alat tulis, dan bagian utama.

Selain itu, sebaiknya Anda pun memilih tas yang tidak terlalu banyak menampilkan aksesoris berupa tali-tali yang membingungkan. Ini dilakukan agar Si Kecil lebih mudah memahami dan memaksimalkan tas ransel yang dia kenakan.

Selain itu, pilih tas yang memiliki tali lebar dan bantalan pundak yang empuk, dan (kalau memungkinkan) pilih tas dengan sabuk pinggang agar beban pada tas lebih seimbang.

Kelebihan dan Kekurangan Toyota Fortuner Gen1

Mobil Fortuner adalah SUV 7-seater kelas menengah dari Toyota yang diproduksi pada tahun 2005. Sebelum kedatangan Fortuner, segmen SUV 7-seater hanya diisi oleh SUV premium diantaranya Land Cruiser, Nissan Patrol dan juga Mitsubishi Pajero (bukan Pajero Sport). Ketiga mobil di atas dipasarkan dengan harga lebih dari 1 Miliar.

Menonton besarnya lubang, akhirnya Toyota menawarkan SUV tangguh ini dengan Harga Mobil Fortuner terjangkau dan terbukti, Fortuner populer mempunyai reputasi yang baik. Pada awal peredaran, Fortuner adalah pemain tunggal pada segmen ini, berbagai tahun kemudian barulah pabrikan mengeluarkan produk andalannya semacam Mitsubishi Pajero Sport,  Ford Everest, Isuzu MU-X dan Chevrolet Trailblazer.

Fortuner sudah beredar di Indonesia selagi lebih tidak lebih 10 tahun diawali dengan import dengan cara utuh dari Thailand pada tahun 2005.

Larisnya penjualan di pasar lokal, memaksa Toyota untuk memproduksi mobil ini dengan cara CKD pada tahun 2007 untuk memenuhi tidak sedikitnya permintaan. Demi menjaga nama baiknya supaya calon konsumen tidak bosan, akhirnya Fortuner memperoleh jatah facelift pertama pada tahun 2008 dan facelift kedua (terbaru) pada tahun 2011.

Kelebihan dan Kekurangan Toyota Fortuner Gen1

Eksterior Toyota Fortuner Gen1

Pada hari ini, review bakal dibahas adalah tentang versi faceliftnya saja, sebab kami sangat yakin Kamu tidak jarang menonton mobil ini berseliweran di pelosok daerah. Oleh sebab itu silakan menilainya sendiri. Fortuner CBU yaitu produksi awal mempunyai eksterior yang sangat mirip dengan Toyota Hilux pre-facelift sebab bentuk headlamp lonjong yang hampir sama (tidak PnP).

Grill yang dipakai juga berbentuk sama. Dibagian belakang, bentuk lampunya dipertahankan sampai model facelift. Bedanya hanya ada pada posisi lampu sein dan lampu mundur.

Untuk anda yang mempunyai honda supra fit dan ingin di modifikasi mungkin artikel modifikasi motor supra bermanfaat untuk anda.

Pada versi facelift pertama tepatnya pada tahun 2008, perubahan yang diperbuat meliputi headlamp proyektor dan grill model baru dibagian depan, tampilan ini lebih mirip dengan Toyota Land Cruiser VX 200.

Sedangkan tahap belakangnya, bentuk stoplamp tetap sama, bedanya hanya pada posisi lampu sein dan lampu mundur yang dipindahkan ke atas. Tidak lupa pula, sepasang spion sudah dilengkapi lampu sein. Varian baru turut dikenalkan yaitu jenis TRD Sportivo yang dihiasi bodykit jadi terkesan lebih kekar.

Pada versi facelift terbaru yaitu keluaran 2011, perubahan yang diperbuat oleh Toyota lumayan signifikan. Tampilan luarnya kian berotot. Peningkatan yang diperbuat meliputi tahap fender, kap mesin, grill, lampu depan, bumper dan lampu kabut dengan housing baru.

Selanjutnya dibagian belakang meliputi bumper belakang, garnish, dan stoplamp dengan bentuk baru. Khusus dibagian samping, versi terbaru dari Fortuner gen1 ini kembali memakai ring 17 inch dan spion LED hasil adpilihan dari Hilux facelift.


Interior Toyota Fortuner Gen1

Masuk ke dalam kabin, suasana kabin yang sanggup ditawarkan terkesan biasa saja. Berbagai tahap terutama sangat mirip dengan Kijang Innova gen1. Mulai dari nilai bahan sampai konfigurasi pelipatan kursi pada baris ketiga.

Faktor ini menjadi titik lemah Fortuner apabila dibandingkan dengan para kompetitor. Pemakaian skema beige pada versi pre-facelift tidak jarang dikeluhkan oleh para pemilik mobil ini, sebab rentan kepada noda.

Untuk menjawab keluhan ini, Fortuner facelift pertama dan terbaru sudah memakai skema kelabu gelap mulai dari dashboard sampai trim pintu. Berbagai peningkatan lain yang terkesan adalah pemakaian aksen kayu di pusat dashboard, switch jendela dan shift knob.

Khusus untuk Fortuner facelift terbaru sudah dilengkapi oleh Head Unit 2 DIN dengan Monitor touchscreen berukuran 6,5 inci untuk semua varian. Tidak hanya itu, aksen kayu yang dipakai juga terkesan lebih gelap dari model facelift pertama.

Pada edisi ini, roda kemudi dan tombol pada setir sudah di tampilan ulang dengan sisipan aksen silver. Sementara itu, cluster gauge kini menampilkan Optitron meter yang membiru di malam hari.

Intip Kelebihan Mitsubishi Pajero Sport Facelift

Saat ini pajero merupakan pemimpin pasar SUV di Indonesia. Tampilannya yang gagah dan kokoh menjadi salah satu alasan mengapa SUV ini laris manis. Pajero juga memiliki DNA reli di dalamnya sehingga bisa menguasai berbagai medan..

Banyak respon positif saat peluncuran mobil ini di thailand. Begitu juga dengan konsumen Indonesia yang juga menunggu kedatangan mobil ini.

Kapan SUV ini akan meluncur ke pasar Indonesia? Seharusnya, setelah launching di Thailand pada 2019, Indonesia akan mendapat giliran di tahun berikutnya. Namun, pandemi telah mengubah rencana itu.

Saat ini Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku agen pemegang merek (APM) belum mengumumkan kapan Mitsubishi Pajero Sport facelift akan hadir di Tanah Air. Namun, sepertinya peluncuran facelift Mitsubishi Pajero Sport di Tanah Air hanya tinggal menunggu waktu saja.

Intip Kelebihan Mitsubishi Pajero Sport Facelift

Apalagi, tahun ini ada optimisme bisnis akan mulai bergulir lebih cepat setelah proses vaksinasi bergulir. Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi tahun ini penjualan mobil nasional akan lebih baik dari tahun 2020.

Nah, bila Anda berencana mengganti mobil tahun ini, tidak ada salahnya mengintip fitur-fitur terkini dari Mobil Pajero Sport facelift. Pertama, ada teknologi electric powered tailgate, yakni fitur yang bisa membuka pintu bagasi secara otomatis.

Normalnya fitur ini akan sangat membantu karena cukup menekan tombol saja maka pintu bagasi akan terbuka. Hanya saja di Mitsubishi Pajero Sport facelift fitur itu terkoneksi dengan Mitsubishi Remote Control App.

Sistem ini memungkinkan Anda membuka pintu bagasi melalui ponsel pintar yang Anda miliki. Berkat fitur itu dengan jarak tertentu, pintu bagasi bisa dibuka dari jauh melalui ponsel. Jadi Anda tidak perlu repot-repot mencari tombol ketika hendak memasukkan barang ke bagasi mobil. Jika Anda malas menggunakan ponsel, Anda tinggal menggunakan tombol khusus yang ada di kunci mobil.

Kedua, mobil ini telah memiliki mirrored Screen dan wi-fi di layar penumpang. Pada edisi facelift iniMitsubishi Pajero Sport telah disemati layar 12 inci pada baris kedua atau di jok penumpang kedua. Menariknya, layar tersebut bukan hanya layar yang bisa menampilkan fitur entertainment yang ada di konsol tengah mobil.

Layar tersebut  dilengkapi dengan fitur mirrored screen yang bisa menampilkan layar ponsel ke layar Mitsubishi Pajero Sport.  Jadi, Anda bisa menikmati semua fitur di ponsel pintar Anda melalui layar. Layar ini juga dibekali dengan slot USB yang bisa dicolok dengan wi-fi on the go.

Selanjutnya, ada remote headlight. Jika Anda kebingungan mencari Mitsubishi Pajero Sport yang Anda parkir, Anda tinggal mengaktifkan remote headlight melalui Mitsubishi Remote Control App. Jadi, Anda akan dengan mudah menemukan mobil melalui lampu utama yang sudah menyala dari jarak yang jauh.

Keempat, fitur lane change assist dan rear cross traffic alert. Dua fitur keamanan baru ini semakin menambah lengkap fitur-fitur keamanan yang sudah ada di Mitsubishi Pajero Sport seperti blind spot monitoring, autonomous emergency braking, around-view monitor, hill descent control, hill start assist, dan vehicle stability control.

Berbekal berbagai kelebihan itu, selain fungsionalitas dan mesin yang tangguh, tentu akan sangat menarik menanti kehadiran Mitsubishi Pajero Sport facelift di Indonesia. Bisa jadi respons positif yang terjadi di Thailand dan Filipina juga akan terjadi di Indonesia.